Teknologi Pemutar Musik dari Dulu Hingga Kini

img source: metrobali.com

Siapa yang tidak suka mendengarkan musik? Tak dapat dipungkiri, musik sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari manusia. Apalagi di masa sekarang yang serba digital, akses untuk mendengarkan musik semakin mudah hanya dengan aplikasi pemutar musik yang bisa dinikmati melalui smartphone. Namun sebelum zaman berubah menjadi era teknologi digital seperti sekarang, alat pemutar musik telah banyak mengalami perkembangan. Tidak ada kemudahan seperti sekarang, pada masa dahulu para penemu bekerja keras untuk dapat menciptakan alat pemutar musik.

Lalu, bagaimana perkembangan teknologi pemutar musik dari masa ke masa? Mari simak uraian tentang teknologi permutar musik yang telah kami rangkum berikut ini.

1. Fonograf

img source: youtube.com

Fornograf pertama kali diciptakan oleh Leon Scott de Martinville pada 1857. Alat ini merupakan perangkat pertama yang dapat merekam sinyal suara. Kemudian pada November 1877, Thomas Alva Edison mengembangkan alat ini dengan menggunakan silinder besi yang dibungkus aluminium foil sebagai media perekam. Silinder besi yang dibungkus dengan aluminium foil tersebut kemudian dihubungkan dengan diafragma dan sebuah jarum akan menggores aluminium foil.

Edison mencoba merekam puisi "Mary Had A Little Lamb" dengan fonograf buatannya dan ternyata bisa terekam dengan baik oleh alat tersebut. Edison pun berhasil menemukan sebuah mesin yang bisa merekam dan memutar ulang suara hasil rekaman tersebut. Alat inilah yang kemudian menjadi cikal bakal penemuan dan pengembangan perekam suara dan berhasil mempengaruhi perkembangan industri musik di dunia. Alat ini pula kemudian diklaim sebagai alat pertama yang dapat merekam suara manusia.

2. Gramofon (Piringan Hitam)

img source: review.bukalapak.com

Fonograf yang ditemukan Thomas Alva Edison kemudian berkembang menjadi gramofon. Alat yang populer di awal abad 20 ini pertama kali dikembangkan oleh Kevin Gerald yang menggunakan pemutar piringan hitam (phonograph) sebagai alat untuk membunyikan musik. Piringan hitam sendiri lebih dahulu ditemukan oleh Charles Cros pada 1887, tetapi tidak dapat digunakan dengan sempurna.

Tahun berikutnya pada 1888 piringan hitam tersebut dikembangkan dengan lebih sempurna oleh Emlie Barliner. Piringan ini berisi lagu yang bisa diputar ketika dimainkan dalam framofon. Ia memberi hak paten untuk label Barliner Gramaphone.

Gramofon temuan Emlie Barliner kemudian dimodifikasi oleh Eldrige Johnson pada 1896 dengan menambahkan tuas penggerak dengan tujuan agar gramofon lebih mudah digunakan. Seiring berjalan waktu, piringan hitam terus mengalami perkembangan. Pada 1940, teknologi high fidelty (HIFI) ditambahkan agar suara yang direkam mendekati asli. Musik piringan hitam menyebar ke seluruh dunia hingga pertengahan abad 20, tetapi hanya dimiliki kalangan menengah ke atas karena harganya yang mahal.

3. Pita Kaset

img source: medium.com

Pita kaset pertama kali diperkenalkan oleh Philips pada 1963 sebagai media penyimpan dan pemutar musik. Dua tahun berikutnya, pita kaset atau compact audio cassette diproduksi secara masal. Kaset pun menjadi populer dan mampu menggeser piringan hitam pada era 70an. Berbagai negara kemudian membuat alat pemutar kaset yang dikenal sebagai tape recorder.

Kaset menjadi cepat berkembang dan populer karena memiliki bentuk yang lebih kecil dibanding piringan hitam dan praktis bisa dibawa kemana-mana. Hanya saja pita kaset tidak lebih awet dibanding piringan hitam. Pita kaset punya kelemahan yakni dapat kusut dan akan mengurangi kualitas lagu yang diputar. Semakin lama kualitas suara yang dihasilkan juga akan berkurang dan harus diganti dengan pita kaset yang baru.

4. Walkman

img source: nydailynews.com

Pada 1979 brand Sony meluncurkan pemutar kaset portabel yang dinamakan Walkman. Alat ini muncul di era berkembangnya pita kaset dan keberadaannya membuat kaset dapat didengarkan pada perangkat portabel. Pada awalnya, Sony menamakan alat tersebut dengan Soundabout, tetapi kemudian diubah menjadi Walkman. Sebagai daya, alat ini menggunakan baterai sebagai tenaga untuk memutar musik.

Walkman seketika menjadi penanda pengaruh Jepang terhadap dunia teknologi karena alat ini menjadi populer di Amerika Serikat dan kemudian menyebar di seluruh dunia. Alat tersebut mudah diterima masyarakat dan menggunakan headphone untuk mendengarkan musik sehingga suara yang dihasilkan tidak mengganggu orang lain.

5. CD Player/Discman

img source: pollin.de

Walkman kemudian berkembang menjadi CD Player atau pemutar musik berupa alat cakram. Bekerjasama dengan Philips, Sony membuat terobosan baru dengan merilis teknologi cakram padat yang digunakan untuk menyimpan data. Sony lalu mengembangkan CD Player sebagai pemutar kaset dalam perangkat portabel yang disebut dengan Discman pada 1984.

Fungsi CD Player sama seperti kaset yakni perangkat audio tetapi bentuknya seperti cakram dan tidak menggunakan pita untuk memutar suara. Sebagai media perekam, compact disk atau CD memiliki bentuk yang lebih kecil dari piringan hitam tetapi memiliki kapasitas yang lebih besar dibanding pita kaset.

Di awal kemunculannya, produsen CD tidak berani bermain di pasar global karena memiliki kelemahan digital audio tape (DAT) yang disimpan dalam CD bisa di-copy ke CD lain dengan kualitas yang sama tanpa distorsi. CD kemudian berkembang menjadi VCD dan DVD yang tidak hanya dapat memutar musik, tetapi juga memutar video.

6. MP3 Player

img source: m.backstagepro.de

Di masa teknologi digital, MP3 Player muncul sebagai media penyimpanan dan pemutar audio yang paling modern. Di era ini, musik telah mengalami proses digitalisasi. Anda tidak perlu lagi menyimpan format musik dalam piringan hitam, kaset atau cakram, melainkan dalam format MP3 atau WAV. Anda juga tidak perlu lagi membawa banyak kaset atau CD untuk menyimpan musik karena MP3 sendiri bisa menyimpan file audio dalam jumlah banyak.

Format MP3 memungkinkan musik dapat disimpan dengan ukuran data yang lebih kecil. Alat ini pertama kali dikembangkan oleh Karlheinz Bradenburg, sedangkan pemutar MP3 yang pertama adalah MP-Man buatan perusahaan asal Korea Selatan yang diperkenalkan pada 1998. Kemudian muncul alat pemutar musik portabel paling populer yang dirilis pada 2001 yaitu iPod yang diproduksi oleh Apple. Namun, iPod tidak menggunakan format MP3 melainkan format WAV. Di sisi lain, desain iPod memiliki keunggulan dengan gaya yang simpel dan berukuran mini sehingga diminati oleh anak-anak muda.

Kini format audio bisa berupa MP3, WAV, WMA dan lain sebagainya sehingga musik dan file audio lainnya bisa diputar dengan MP3 Player atau platform lain seperti iPod tadi. MP3 Player pun memiliki beragam jenis tergantung brand yang memproduksinya, ada yang berukuran besar maupun kecil. Untuk menyimpan musik atau file audio, Anda hanya perlu memasang memori MicroSD yang memiliki ukuran sangat kecil sebagai media penyimpanan.

7. Aplikasi Pemutar Musik

img source: dailysocial.id

Nah, cara yang paling simpel yang dapat Anda lakukan untuk memutar musik di masa kini adalah dengan menggunakan aplikasi pemutar musik. Anda tidak perlu membeli iPod, cukup dengan smartphone saja Anda bisa memakai aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk mendengarkan musik. Hadirnya aplikasi ini membuat musik menjadi lebih mudah untuk dinikmati. Anda bisa menggunakannya secara gratis atau pun berbayar, seperti Spotify dan Joox. Apple kemudian merilis Apple Music untuk membantu pengguna Apple dalam mengunduh lagu atau album dengan cara berbayar.

Ternyata teknologi alat pemutar musik dari masa ke masa banyak mengalami perkembangan. Mulai dari perubahan bentuk, ukuran, kapasitas penyimpanan audio hingga format audio itu sendiri. Di masa kini, musik dapat diakses dengan mudah. Namun ada pula yang masih menyimpan piringan hitam dan kaset untuk koleksi. Masing-masing orang memiliki cara tersendiri dalam menikmati sebuah musik.

Artikel Terkait


Inilah Peranan Teknologi Dalam Dunia Pendidikan

Ini Dia 10 Manfaat Sosial Media Untuk Masyarakat

Wow Ternyata Sampah Bisa Diubah Menjadi Energi Listrik Lho! Ini Macam-macam Prosesnya

Tips Belajar Programming Untuk Pemula

Cara Mudah Merawat Kompter Agar Tidak Mudah Rusak

4 Cara Menambah RAM Di Android Dan Laptop Anda

Ini Dia 8 Marketplace Populer di Indonesia

Youtube? Inilah 10 Manfaat Youtube Bagi Masyarakat Indonesia

Ini Dia 8 Artis yang Sukses Menjadi Seorang Youtuber

Cara Menjaga Laptop Anda Agar Tetap Terawat

Jangan Sampai Salah Beli, Ini Dia Tips Memilih Smartphone yang Cocok untuk Anda

Makin Canggih, Inilah Pemanfaatan Teknologi dalam Dunia Olahraga


Baca Juga

Anda Punya Komentar atau Pendapat?

Medaftar Newsletter

Berlangganan artikel kami untuk mendapatkan informasi terbaru melalui kotak masuk email Anda. Kami tidak akan mengirim spam karena kami selalu menghargai privasi Anda.